Jumat, 26 Agustus 2011

Peran Syekh Muda Ahmad Arifin Sebagai Pemimpin Tarekat Sammaniyah


A. Riwayat Hidup Syekh Muda Ahmad Arifin
            Syekh Muda ahmad Arifin dilahirkan di Tanjug Morawa pada tanggal 1 April 1937. Ayahnya bernama Abdul Qadir dan ibunya bernama Satiroh. Ayahnya berasal dari daerah Aceh Tenggara dan ibunya berdarah Jawa. Beliau adalah anak keempat dari enam bersaudara. Beliau dibesarkan dalam keluarga yang taat pada agama. Ayah beliau bekerja sebagai guru agama.
            Jenjang pendidikan formalnya dimulai dengan memasuki SR (Sekolah Rakyat) pada umur 7 tahun di Padang Bulan, Medan. Setelah menyelesaikan SR, ia melanjutkan pendidikannya ke STP (Sekolah Teknik Pertama) di Sungai Kera, Medan dan selesai pada tahun 1953.
            Didorong oleh cita-citanya sejak kecil ingin menjadi seorang ulama, maka setelah menyelesaikan pendidikannya di STP, ia melanjutkan pendidikan ke Pesantren Imam Ghazali yang dipimpin oleh Dr.Syekh H. Jalaluddin yang berlokasi di Jl. Bogor no. 8, Jakarta. Pada tahun 1962 ia menyelesaikan pendidikannya di pesantren tersebut. Pada tahun 1966 Syekh Muda ahmad Arifin melanjutkan pendidikannya dalam bidang Ilmu Hakikat di Perguruan Tinggi Imam Ghazali Jakarta selama dua tahun dan memperoleh gelar “doktor” dalam bidang ruhaniah pada tahun 1968.
B. Belajar Tarekat Kepada Syekh Muda Abdul Qadim
            Syekh Muda Ahmad Arifin memulai pendidikan tarekatnya pada Syekh Muda Abdul Qadim pada tahun 1954 di kampung Balubus. Balubus adalah salah satu desa yang terletak di Kecamatan Dangung-Dangung, Kota Paya Kumbuh, Provinsi Sumatera Barat. Setelah lebih kurang selama 16 tahun dalam bimbingan gurunya Syekh Muda abdul Qadim, maka pada bulan Dzul Hijjah, bertepatan dengan bulan Februari 1970, ketika ia mengikuti latihan suluk ketiga, sebagaimana disebutkan oleh gurunya ia mengalami fana fillah (karam dalam zikrullah) selama tiga hari tiga malam, mulai dari senin fajar sebeleum subuh hingga kamis fajar dan beliau tersadar ketika azan Subuh dikumandangkan. Atas kemajuan yang diperoleh muridnya, pada saat itu juga yang bertepatan pada bulan februari 1970, sang guru memberikan gelar “syekh muda” kepada Ahmad Arifin yang pada saat itu berusia 33 tahun, suatu gelar yang lazim diberikan kepada mereka yang dianggap bisa membuka suluk dan telah mapan spiritualnya. Syekh Muda Abdul Qadim memberikan kepadanya ijazah dan silsilah tarekat Sammaniyah.
            Diantara murid-murid Syekh Muda Abdul Qadim yang telah berhasil memperoleh ijazah dan gelar syekh adalah Syekh Muhammad Thoib, Syekh Abdul Malik, Syekh Angko Mudo, Syekh Mukhtar Tanjung, Syekh Ibrahim Bonjol, Syekh Baringin, dan terakhir adalah beliau sendiri
C. Peran Syekh Muda Ahmad Arifin Sebagai Pengembang Tarekat Sammaniyah
            Beliau memulai dakwahnya di daerah Padang Bulan Medan pada tahun 1970. beliau menanamakan majelis pengajian yang dipimpinnya dengan nama “Majelis Pengajian Ihya Ulumuddin Tarekat Sammaniyah”. Di dalam setiap ceramahnya dihadapan para jamaahnya ia selalu menekankan keharusan memadukan antara syari’at dan hakikat sebagai sesuatu yang padu bagaikan tubuh dan nyawa di mana antara keduanya tidak dapat dipisahkan. Penegasan ini menjadi salah satu aturan dalam sistem tarekatnya.
            Melalui murid-muridnya, tarekat Sammaniyah tersebar ke berbagai daerah. Dalam rangka memperluas ajaran tarekatnya, beliau membentuk komposisi kepengurusan tarekat Sammaniyah yang dipimpinnya mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan dan desa. Ia menunjuk murid-muridnya untuk membantu tugas beliau dalam menyebarluaskan ajaran tarekat Sammaniyah ke daerah-daerah. Muridanya banyak tersebar di berbagai daerah, mulai dari Sumatera Utara, Aceh, Riau, Kepulauan Riau, pulau Jawa, bahkan Malaysia.

36 komentar:

  1. MAAP YA SETAUH SAYA DALAM AGAMA ISLAM ITU DILARANG UNTUK FOTO2 TAPI KOK NIH GURU BESARNYA HOBI BANGET PHOTO2 MAU JADI ARTIS YA :D

    BalasHapus
  2. GAK SALAH TUH BUKANNYA ENTE BELAJAR TAREKAT SAMA YANG MULIA ATOK BUYA MAULANA SYEKH HAJI IBRAHIM BONJOL AULIA ALLAH .DAN YANG PALING PENTING ENTE GAK PERNAH DIANGKAT JADI GURU OLEH BELIAU .

    BalasHapus
  3. sayang x saudara ryan .....kalian bukanlah termasuk orang yg tau ilmu hakikat,....mungkin kalian merasa lebih bersih dari nabi....tapi hati kalian dipenuhi oleh buruk sangka dan kebencian,kelak akan kalian sesali perkataan kalian......,belajarlah dari sejarah...jgn asal bicara kalau tidak tau masalah....ilmu tharekat itu adalah ilmu membersihkan hati agar dekat dgn ALLAH,kalau org yg berhati bersih dia tdk akan menghina sesama muslim...apalagi org yg sdh tua,....jgnkan buya....org gilapun kalau kalian hina....ALLAH akan marah,.....BERSIHKAN HATI KALIAN......

    BalasHapus
  4. Ass. Saudaraku seiman. saya sarankan saudara untuk menggali sejarah lebih lanjut, jangan berpatokan pada satu orang saja. Sesuai informasi yang beredar dan keasliannya dapat dipercaya bahwa Syekh muda Balubus meninggal tahun 1957 (lihat batu pusara beliau di balubus). jadi bila syekh ahmad arifin mendapatkan gelar Syekh muda dari Syekh balubus tahun balubus tahun 1970, itu saya rasa tidak mungkin karena terjasi selisih 13 tahun dari meninggalnya tuan Balubus.
    Pertanyaan:
    1. siapa yang sebenarnya memberikan gelar syekh kepada DR. Ahmad Arifin..?
    2. bisakah orang yang sudah meninggal memberikan gelar tersebut...?
    3. pernahkah saudara melihat langsung ijazah beliau (DR. Ahmad Arifin) yang didapatkan dari Syekh Balubus...?

    tafakaru ya ulil albab

    BalasHapus
    Balasan
    1. http://www.posmetro-medan.com/?p=10627

      Hapus
    2. Ha soto ciek.... indak itu nan kadi pacakak kan do tuan tua... ko sosek tilong tunjuak kan kok salah tolong aja kan.... indak saliang mambanggakan diri surang surang do... awak ko ndak ado nan sempurna do... jadi samo samo maibah awak dih... balau(inyiak balubuih) indak ado ma aja untuak saliang manyalah kan do.. ha lai sasuai ndak ( cicik ma'ani dari kolifah baliau balubuih)

      Hapus
    3. Ha soto ciek.... indak itu nan kadi pacakak kan do tuan tua... ko sosek tilong tunjuak kan kok salah tolong aja kan.... indak saliang mambanggakan diri surang surang do... awak ko ndak ado nan sempurna do... jadi samo samo maibah awak dih... balau(inyiak balubuih) indak ado ma aja untuak saliang manyalah kan do.. ha lai sasuai ndak ( cicik ma'ani dari kolifah baliau balubuih)

      Hapus
    4. Betul sekali informasinya yg disayangkan para murid 2 nya ini sudah buta dan tuli

      Hapus
  5. Rianshah.. Tentu berbeda pemahaman Agama Islam yg tdk bertareqat dgn yg bertareqat, bila anda bertareqat mungkin pemahaman anda akan berbeda..
    Carilah jalanNya..

    BalasHapus
  6. Lin.. Keterangan anda di dalam pemahaman bertareqat msh memandang keluar coba anda berguru kpd Ulama sebenarnya Ulama atau benarlah dalam pengamalan ilmu supaya jgn salah memahami. Di dalam bertareqat yg mengangkat seseorang itu menjadi Ulama sebenarnya Ulama itu adalah "Allah" dan tentunya melalui Guru atau pembimbing yg juga sdh sampai pada tahap kewalian baik itu secara syariat(jasad) atau pun juga secara hakikat(Ruhaniah)..
    Bila bertareqat carilah tareqat yg benar dan benar2lah dalam mengamalkan ilmu yg di bukakan, jangan tanggung dan saran saya banyak2lah memandang kedalam diri jgn keluar..

    BalasHapus
  7. Santri.. Anda tdk layak lg memakai nama saman sekali pun anda memalingkan muka ke nama tareqat yg sama.
    Knp?
    Baca..
    Al khafi 28 jangan pernah kau palingkan kedua belah matamu dari pada orang yg senantiasa ingat Allah yg mengenalkan mu pada Allah.
    Dan cari tau adab murid kepada Mursyid(Guru), saya ingatkan sedikit salah satunya "Baik sangka kepada Murshid dan selalu ingat padanya" selebihnya cari tau sendiri..
    Sebenarnya bila dirimu benar dalam pengamalan ilmu yg di bukakan kepada dirimu pertanyaan itu tdk akan pernah kamu pertanyakan lagi.
    Karena sesungguhnya jawabannya sdh ada padamu..
    Tapi karena pengamalan mu salah dirimu melihat keluar maka dirimu tdk dapat menetapkan ketetapan sebenarnya tetap yg akan memberi/mencerahi dan menjadi petunjuk akal mu kembali..
    Dirimu masih mempergunakan akalmu melihat keluar baru melihat kedalam hati.
    Seharusnya bentuk pengamalan yg benar sebagai Hamba Allah itu Akal di gunakan menghadap ke dalam Hati dan selanjutnya yg di dalam Hati akan mencerahi Akal kembali dgn begitu seorang Hamba Allah tdk akan salah dalam memandang dunia/syariat karena sdh buah dari pada keterjagaan hati kpd Allah(hakikat).
    Tentang pertanyaan mu pertama sdh sy jawab di komentar kpd bung linnya, bila anda kurang puas atau akalmu msh berputar lg tanpa mampu menetapkan ketetapan sebenarnya tetap bertanyalah langsung kepada PELAKU SEJARAH, Dan bila dirimu masih ragu akan itu berarti dirimu memang benar sdh salah ADAB..
    Pertanyaanmu kedua juga sebenarnya sdh sy jawab di komen bung linnya cari tau tentang Ruhaniyah(sesungguhnya orang MUKMIN itu tdk pernah mati).
    Pertanyaanmu ketiga ini juga pembuktian dirimu itu sdh semakin menyalah, dulu kamu pada saat di Bai'at pertama sekali dan di bukakan ilmu itu kamu sangat yakin dan kamu akui kebenaran yg di bukakan Ulama sebenarnya Ulama tsbt.. Sebenarnya Sertifikat/ijasah yg sebenarnya2 itu sdh kamu rasakan dan kamu buktikan itulah dia pada saat dirimu di Bai'at(di bukakan ilmu itu).. Itulah pembuktian Ulama sebenarnya Ulama pewaris ilmu para Nabi Allah..
    Sekarang kamu ingkari dgn dalih ini itu krn dirimu sdh salah dalam pengamalan dan tentunya di sebabkan salah ADAB sama Mursyid.
    Coba bagi keterangan sy ini kpd yg membimbingmu sekarang, bila dia benar di jala haq, benar dlm pengamalan ini ilmu maka pasti dia tdk akan menyalahkan apa yg sampaikan. Bila dia menyangkalnya pasti dia juga sdh menyalah atau blm pd tahapan pembimbing..
    Satu hal ketika dirimu sdh memaling muka maka kita tdk bersaudara dlm satu imam lg,
    Karena Walsilahmu sdh putus..
    Dirimu sesungguhnya tdk dpt lg menetapkan kebenaran itu di dalam Hatimu. Dirimu tinggal di mulut saja paling tinggal ceritanya atau hanya memindahkan keterangan saja.
    Karena pahammu msh keluar..
    Dan ingat tdk ada kebenaran dari orang yg memalingkan muka dari orang yg mengenalkan dirinya pada Allah, karena sangat besar "KUTUK ALLAH.."

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang buta dan tuli itu siapa dan yang berbohong itu siapa .kalau awalnya bohong bagaimana akhirnya .aduh aduh aduh kasiannya ya ni orang

      Hapus
  8. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  9. Mohon diklarifikasi: Syekh Muda Abdul Qadim wafat pada tahun 1957 sebagai mana inskripsi pada makam beliau di Belubus, berikut catatan riwayat hidup beliau. Saya tinggal tidak jauh dari belubus. Jadi, bagaimana mungkin Syekh Ahmad Arifin menerima ijazah pada tahun 1970, sedangkan Syekh Mudo Abdul Qadim telah wafat sejak tahun 1957. Bila beliau menerima melalui jalan rohani, maka tidak pantas diumbar2 kepada publik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali informasinya. Yang herannya dihapusnya memorinya tentang yang mulia atok buya Syech Ibrahim Bonjol Aulia Allah Taala . Astaghfirullah halazim Nauzubillah minzalik .

      Hapus
  10. mengapa jemaah tarekat samman paling PEMALAS sholat berjamaah , masjid tarekat samman di AJAMU dan di KENCANA - bagan batu kosong MELOMPONG tak ada yg mau kumandang azan 5 waktu, padahal jemaah tarikat samman tsb berada disekeliling masjid tsb... heh... bingung

    BalasHapus
  11. Na'uzubillah minzalik..
    Ya allah bukan lah hati orng2 ini.. Sesungguh nya hti mereka tlah jauh drpda Mu.
    Jgn lah anda semua menyalahkan sesuatu yg tidak anda ketahui,yg anda tidak ada ilmu nya terhdap sesuatu itu.
    Ilmu allah lebih dlm dr pengetahuan anda.
    Allah berfirman: orang2 kafir,fasik,munafiq tak akan senang trhadap orng yg brda d jln allah,sampe orng itu mengikuti nya"
    Bertaubat lah anda yg mlakukan tuduhan keji kepda ulama yg sebenar nya ulama.

    BalasHapus
  12. Komunitas Suluah : saya kira hub antara murid dan guru tidak pernah terputusi. Sebaiknya Anda cek lagi langsung ke Balubus, bagaimana Tuan Guru Syekh Ahmad Arifin bisa mendapat ijazah. Karena kalau kami para murid yang menjelaskan, kami melanggar adab. Bagi kami, biarlah hal itu menjadi urusan antara guru dengan guru.

    Sonia Ponsel Bagan Batu: Sebaiknya Anda tanya langsung ke para pengurus Sammaniyah yang ada di sana. Karena kalau kami di Medan biasanya tetap azan dan sholat berjemaah 5 waktu sehari.

    BalasHapus
  13. benar adanya ahmad arifi adalah murid buya ibrahim bonjol

    BalasHapus
  14. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  15. benar adanya atok Abdul Qhadim ballubus berpulang pada tahun 1957

    BalasHapus
  16. Keterangan sebenar keterangan adalah bisa dibuktikan secara nyata. Sebaiknyata itulah yg didapat dari diri yang ghoib.jgn hanya pandai berkata. Kalaulah tdk tau tanyalah pada gurumu sekalian.kalaulah ia tdk tau berarti ia bukan sebenar guru...

    BalasHapus
  17. Assalamualaikum. ..saya ingin bertanya masih ada kah lagi kitab tarekat sammaniyah. .?

    BalasHapus
  18. Saya sudah mendengar semua pengajaian syekh muda ahmad arifin yg sudah di publikasikan, semua yg di katakan benar dan sesuai dengan keadaan zaman sekarang. Jadi, bagi kalian yg hanya tau tentang ilmu syariat,jangan salahkan orang yang berilmu hakikat,tarekat,dan marifat.intinya pada zaman sekarang ini manusia hanya tau tentang syariat dan sudah merasa pintar. Ilmu agama bukan ilmu academik melainkan banyak tersimpan sedikit rahasia yang tidak di pelajari islam masa kini, jdi jangan menyalahkan orang ilmunya sudah mencapai syekh. Kita ini masih jauh dan bodoh dalam hal itu bahkan tak tau apa2.

    BalasHapus
  19. Saya sudah mendengar semua pengajaian syekh muda ahmad arifin yg sudah di publikasikan, semua yg di katakan benar dan sesuai dengan keadaan zaman sekarang. Jadi, bagi kalian yg hanya tau tentang ilmu syariat,jangan salahkan orang yang berilmu hakikat,tarekat,dan marifat.intinya pada zaman sekarang ini manusia hanya tau tentang syariat dan sudah merasa pintar. Ilmu agama bukan ilmu academik melainkan banyak tersimpan sedikit rahasia yang tidak di pelajari islam masa kini, jdi jangan menyalahkan orang ilmunya sudah mencapai syekh. Kita ini masih jauh dan bodoh dalam hal itu bahkan tak tau apa2.

    BalasHapus
  20. Saya sudah mendengar semua pengajaian syekh muda ahmad arifin yg sudah di publikasikan, semua yg di katakan benar dan sesuai dengan keadaan zaman sekarang. Jadi, bagi kalian yg hanya tau tentang ilmu syariat,jangan salahkan orang yang berilmu hakikat,tarekat,dan marifat.intinya pada zaman sekarang ini manusia hanya tau tentang syariat dan sudah merasa pintar. Ilmu agama bukan ilmu academik melainkan banyak tersimpan sedikit rahasia yang tidak di pelajari islam masa kini, jdi jangan menyalahkan orang ilmunya sudah mencapai syekh. Kita ini masih jauh dan bodoh dalam hal itu bahkan tak tau apa2.

    BalasHapus
  21. Saya sudah mendengar semua pengajaian syekh muda ahmad arifin yg sudah di publikasikan, semua yg di katakan benar dan sesuai dengan keadaan zaman sekarang. Jadi, bagi kalian yg hanya tau tentang ilmu syariat,jangan salahkan orang yang berilmu hakikat,tarekat,dan marifat.intinya pada zaman sekarang ini manusia hanya tau tentang syariat dan sudah merasa pintar. Ilmu agama bukan ilmu academik melainkan banyak tersimpan sedikit rahasia yang tidak di pelajari islam masa kini, jdi jangan menyalahkan orang ilmunya sudah mencapai syekh. Kita ini masih jauh dan bodoh dalam hal itu bahkan tak tau apa2.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lakukan lagi copy pastenya kurang banyak itu

      Hapus
    2. Kalo pengenalan tau ke pasar mati aja ya....

      Hapus
  22. Pertanyaan kuncinya siapa yang memberi ijazah .kalau didapat secara ghaib sesungguhnyalah tidak berhak untuk mengajar are you understand

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau pengen tau x tentang jawapan dari pertanyaan saudara, silahkan datang ke pasar mati,, kan udah di bilang Allah dalam surat Al ankabut ayat 49,tp anda menanyakan sama orang yg salah, hubungi nomor:081536223777

      Hapus
    2. Kalau pengen tau x tentang jawapan dari pertanyaan saudara, silahkan datang ke pasar mati,, kan udah di bilang Allah dalam surat Al ankabut ayat 49,tp anda menanyakan sama orang yg salah, hubungi nomor:081536223777

      Hapus
  23. Are you all dont undertand .pure you all

    BalasHapus
  24. Saya tunggu ya jawapan dari anda, sudahsaya cantumkan no hp saya, kalo saudara ngga mau biar kami yg datang untuk menjelaskan nya, di mana alamat saudara.....?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kami siap diundang mahupun mengundang saudara

      Hapus
  25. Saya tunggu ya jawapan dari anda, sudahsaya cantumkan no hp saya, kalo saudara ngga mau biar kami yg datang untuk menjelaskan nya, di mana alamat saudara.....?

    BalasHapus